Jogja Nambah Stok OGB (Orang Gila Baru)
Akhir-akhir ini saya ngerasa heran, kenapa hampir di setiap perempatan jalan raya di Jogja, saya bisa menemukan paling tidak satu orang gila!?Ae Naon??(Sunda)
3 tahun yang lalu, di Jogja orang gila yang saya jumpai cuma itu-itu aja. Meskipun kadang ketemu dan say hello di tempat yang berbeda..hehe… Paling OrGil-nya (Orang Gila-red.) hanya jalan-jalan.
Sekarang hampir setiap jalan besar dapat dipastikan sudah ditempati oleh OrGil yang berbeda. Saya sendiri sudah gak kenal lagi. Bulan berikutnya kadang OrGil-nya ganti lagi dengan yang baru.
Miris juga sih, rasa-rasanya semakin banyak OGB-OGB baru di Jogja.
Hal ini mungkin saja akibat tekanan ekonomi,stress mikir masalah duit, akhirnya mengambil jalan pintas menjadi OGB (Orang Gila Baru). Apalagi kalau tidak ada perhatian dari keluarga atau orang didekatnya.
pertannyaannya, apahal hal ini konsekuensi wajar dari perkembangan kota Jogja? atau tanda-tanda masyarakat jogja tidak mampu mengikuti perkembangan?
Melihat orang gila yang semakin banyak berkeliaran di jalan, memang membuat iba, tapi karena sebagai mahasiswa tidak ada yang dapat saya lakukan. Saya gak tau deh, institusi rehabilitasi orang gila di Pakem udah penuh atau gimana, sepertinya ini menjadi urusan mereka juga.
Sepertinya akar masalah berkeliarannya orang gila baru memang bermula dari kesulitan ekonomi. setelah dihajar dengan 2 kali kenaikan BBM tahun 2005 lalu, harga sembako pun sekarang ini berangsur-angsur mulai niak. Terlebih lagi dengan isu akan dinaikkannya Tarif dasar Listrik (TLD).
Lha mahasiswa seperti saya saja kadang pusing juga dengan segala macam kenaikan tarif, apalagi masyarakat yang kurang mampu, sudah susah hidupnya…eee..harus dihajar dengan kenaikan pula!
Lagi-lagi masalah bermunculannya Orang Gila Baru(OGB) menjadi salah satu dari sekian banyak PR pemerintah daerah untuk segera menuntaskannya.
No comments yet.