Diatas Atap Masih Ada Langit
Sabtu - Minggu, 6-7 Mei 2006..
Hari kelabu, sebuah pelajaran berharga.
Hari itu saya mengikuti lomba english debate ALSA UGM dan KALAH…
Sebelumnya saya berpikir setidaknya dapat juara III lah, ternyata kalah telak, bahkan dapet nomer paling buncit dengan total skor 0, alis gak pernah menang…dari 3 ronde debate yang ada..siyal!!
bahkan melawan anak SMA pun saya harus bertekuk lutut, benar-benar pecundang..
Sebuah pelajaran menyakitkan dari kesombongan. Seperti ‘katak keluar dari tempurung’, padahal asumsi sebelumnya, saya adalah orang yang pintar dan termasuk kompeten, ternyata setelah keluar dari kampus baru benar-benar terasa artinya persaingan.
Perasaan kecewa pasti ada, tapi yang paling mengganggu adalah hancurnya kesombongan yang berhasil saya bangun selama ini, hancur dengan sekejap. Untung saja biaya pendaftaran lomba sebesar 150ribu masih ditanggung kampus, jadi tidak perlu harus menangisi uang yang melayang begitu saja.. ![]()
Yah..lumayanlah sebuah teguran kecil, tamparan kecil, pelajaran untuk orang yang takabur dan sombong.
Akhirnya saya harus belajar lagi dari awal, segera berbenah diri, menyadari bahwa dunia itu keras, untuk berhasil harus mau bekerja keras..tidak setengah-setengah..
Saya masih menjadi atap, diatas atap masih ada langit..
No comments yet.