Jogja [bukan] kota pelajar

Jogja [bukan] kota pelajar

sadar atau tidak, lambat laun JOgja telh berubah menjadi kota belanja, kota hiburan, kota mall, kota bla..bla..tapi tidak lagi kota pelajar

Kadang maklum juga sih, diakui setiap tahunnya Jogja berhasil menyedot mahasiswa, dari berbgai daerah, desa, kota, sampai luar jawa. Mau tidak mau demi menampung (yang jelas bukan kebutuhan belajar) kebutuhan para pendatang (dari pelajar, mahasiswa, sampai orang tua)

Para pedagang dari kelas teri samapi kelas kakap berlomba-lomba membuat fasilitas hiburan dengan tujuan utama para mahasiswa. Akhirnya bermunculanlah mall-mall, diskotek, pub, billiar pool, rental vcd (sampai bokep pun ada.. ^_^!), rental PS2 bertebaran, sampai lapak-lapak tuak pun tersedia!!

Sekarang sih suasana belajar sangat sedikit terasa di Jogja (masih mending daripada tidak ^_^) Kalau jalan-jalan ke kampus UNY (Un.Neg.JOgja) waktu sore hari, di balairung, di halaman-halaman sekitar kampus dan fakultas, ada aja yang melakukan aktivitas diskusi, olahraga, dan lain sebagainya…asik aja..

Kalau di UGM biasanya di KPTU, banyak yang melakukan memanfaatkan Hotspot area untuk ngenet..

Tempat lain?hmm..sangat susah..bahkan di daerah UGM seperti boulevard, balairung, dsb, dimanfaatkan sebagai fasilitas kegiatan pacaran, nongkrong, godain cewe…

Hanya berharap suasana kota pelajar dapat kembali seperti dulu lagi (walau rasanya tidak mungkin ya..hehe..)

Jogja sekarang benar-benar dipenuhi oleh hiruk pikuk mall, hiburan malam, sampai asap kendaraan yang semakin padat setiap tahun..

Jogja bukan lagi kota pelajar, tapi [mau] menjadi kota metropolitan!

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong> in your comment.