Jogja Gempa!

eSabtu pagi, 27 Mei 2006, tepat pukul 06.00 gempa 5,6 - 5,9 skala ritcher terjadi tidak lebih dari 30 detik.

Lumayan kaget juga, padahal baru bangun tidur trus mau megang komputer. Didaerah saya (Selatan Jogja) tidak terjadi kerusakan yang parah. Awalnya dikira cuma gempa biasa (seperti tahun 2001), tidak destruktif. Sehabis gempa (kira-kira 10 detik) saya mencoba menghubungi teman-teman yang lain lewat handphone, ternyata seluruh jaringan mati, akhirnya saya kembali tidur lagi (santai banget ya..?!)

Gempa kedua terasa sekitar jam 8-an, tidak sekeras yang pertama, kemudian saya kembali tidur (!!). Tepat jam 9 pagi, tiba-tiba seorang teman datang ke kontrakan dan ngajakin ngungsi ke daerah utara (Kaliurang dan sekitarnya) katanya ada tsunami, air laut selatan sudah masuk ke wilayah kota Jogja! (hwarakadah..!)

Ditengah kepanikan teman-teman satu kontrakan, saya segera berpikir logis, untuk gempa ’sekecil’ itu (skala 5.9) tidak mungkin sanggup mengangkat air laut sampai menembus Jogja. Apalagi dengan kondisi geografis Jogja yang dikelilingi dengan pegunungan, rasanya mustahil air laut bisa ‘melompati’ pegunungan (hingga detik itu saya belum mengetahui kalau gempa itu ternyata menyebabkan kerusakan yang parah).

Sayangnya saya masih belum bisa menghubungi teman-teman yang ada di daerah Selatan karena jaringan telepon masih mengalami gangguan. Saya langsung berangkat kekampus untuk melihat kondisi yang sebenarnya. Ternyata jalan-jalan besar sudah dipadati dengan masyarakat yang panik mau mengungsi karena takut Tsunami akan datang. Cerita salah seorang teman yang dari Selatan, pagi pasca gempa pertama, seluruh jalan dipadati dengan motor yang menuju ke Utara, benar-benar kepanikan massa!

Sekitar jam 11-an terjadi lagi gempa susulan, tidak begitu terasa didaerah Selatan, namun daerah Utara yang berdekatan dengan pusat gempa saya rasa sangat terasa.

Setelah itu seorang teman dari daerah Bantul yang berhasil mengungsi ke kampus cerita kalau desa-desa disana banyak yang roboh, rumah-rumah rata dengan tanah, beberapa kampus didaerah Selatan juga rusak parah (sampai saat itu saya masih belum berpikir kalau ada korban jiwa..bodoh ya..?!)

Awalnya masyarakat yang di utara tidak mengetahui kerusakan yang terjadi di Selatan, karena listrik padam dan komunikasi mati. Saya sendiri tahu setelah melihat acara berita sore harinya (di daerah saya listrik sudah menyala), baru mengetahui ternyata korban jiwa mencapai ribuan orang! Beberapa teman yang tinggal disana juga rumahnya ada yang rusak bahkan ada yagn sampai rata dengan tanah.

Di Utara sendiri penduduk masih was-was akan gempa susulan, alhadulillah sampai hari minggu keadaan masih aman-aman saja. Sebelumnya, pada hari sambtu dan minggu beberapa teman dari Pecinta alam Amikom (Mayapala) dan SENAT Mahasiswa sudah terjun langsung kelapangan untuk memberikan bantuan dan menjadi relawan.

Siyalnya, saya sendiri masih terlena dengan keadaan dan malah bersantai ria di kamar dan cuma melihat kejadian di TV (dasar introvert, kurang peka..) Meskipun akhirnya saya mengetahui bahwa korban jiwa dan harta sangat banyak tapi saya belum berniat membantu karena melihat keadaan di daerah Utara yang hampir tidak ada kerusakan berarti.

Sampai saat ini (selasa pagi , 30 Mei) masih banyak korban yang belum tersentuh bantuan sama sekali! terutama didaerah-daerah terpencil..kekurangan logistik dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat (hujan terus) semakin membuat keadaan memprihatinkan!

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong> in your comment.