Kondisi Terakhir Para Korban Gempa Jogja

Untuk wilayah Jogja utara dan Jogja kota, kerusakan tidak separah Jogja Selatan (bantul dan Imogiri), Prambanan, dan Klaten.

Pemandangan yang terlihat disepanjang Jalan Bantul sampai menuju desa sangat mengenaskan. Seperti yang disaksikan diTV, rumah-rumah sudah banyak yang rata dengan tanah (mungkin karena kebanyakan bangunan tua), sedangkan rumah-rumah yang masih berdiri sudah retak-retak dan terlihat tidak aman untuk ditempati.

Praktis sebagian besar warga tidak memiliki rumah (homeless) atau tidak berani menempati rumah mereka karena takut tertimpa bangunan. Para korban menempati tenda seadanya, meskipun sebagian besar masih sangat kekurangan tenda.

Sepanjang jalan, masyarakat yang terkena korban mendirikan posko-posko swadaya (biasanya tiap desa), setiap posko yang ada meminta bantuan dipinggir jalan kepada orang-orang yang lewat. Mereka terpaksa melakukan ini karena bantuan ‘yang layak’ sama sekali BELUM didapatkan. (Kok bantuan yang kabarnya puluhan milliar rupiah itu belum nyampe-nyampe ya..?!)

Para korban, terutama didaerah terpencil juga kesulitan mendapatkan logistik, karena tidak dapat membeli bahan pokok, dapur umum juga tidak tersedia. Kondisi dilapangan sungguh memprihatinkan (lagi-lagi dimana bantuannya!?)

Sejak hari minggu kemarin cuaca juga tidak bersahabat, setiap malam hujan sangat lebat, hal ini semakin menambah buruk kondisi para korban. Dengan sangat teramat minimnya tenda pengungsian akan membuat para korban semakin memprihatinkan, tanah yang becek, kekurangan logistik, tidak ada lampu dan obat2an potensi terjangkit penyakit akan sangat besar terutama bagi anak-anak.

Kondisi yang sama juga terjadi didaerah Prambanan dan Klaten, namun parahnya hingga senin kemarin mereka belum mendapat bantuan sedikitpun. Teman-teman yang menjadi relawan disana hanya bisa membantu seadanya, sehingga ada beberapa desa yang belum tersentuh bantuan sama sekali.

Bantuan yang layak dari pemerintah (atau lainnya) yang seharusnya sudah disalurkan 2 hari yang lalu sepertinya harus tertunda beberapa hari karena terpusat di Bantul dan koordinasi lapangan yang terlihat kacau.

Senin, 29 Mei, sudah banyak orang berdatangan ke Bantul dan sekitarnya. Ada yang hanya sekedar melihat-lihat kerusakan yang terjadi namun banyak juga rombongan relawan ‘dadakan’ yang langsung membawa bantuan ke desa-desa yang terkena bencana.

Rombongan relawan ini biasanya mengetahui daerah-daerah yang belum tersentuh bantuan karena informasi dari teman atau keluarga korban langsung, selanjutnya mereka langsung menggalang dana seadanya untuk segera disalurkan kedaerah yang membutuhkan.

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong> in your comment.