Archive for August, 2006


Klik-Kanan - Refresh

“2 dari 3 pengguna komputer melakukan aktivitas klik kanan-refresh lebih dari 10 kali kurang dari 5 menit”
———————————————————————————————————-

Tujuan aksi ini untuk menunjukkan latest  state (kondisi terakhir) sebuah sistem desktop. Sebagian besar orang sering melakukan aksi ini lebih dari yang seharusnya. Saya sendiri tidak dapat menjawab kenapa fenomena unik dapat terjadi.

Menurut hasil wawancara iseng yang saya lakukan 37% orang melakukan hal tersebut karena kebiasaan, 78% karena bingung harus melakukan apa didepan komputer (tanya kenapa?), 18% karena merasa hal tersebut perlu dilakukan..mungkin perlu kajian yang lebih ngilmiah lagi untuk meneliti hal ini, saya moh ah melakukannya..hahaha..

Pertanyaan lebih jauh yang muncul adalah kira-kira berapa Kkal tenaga yang terbuang sia-sia untuk melakukan aksi ini berulang-ulang?(Gak usah dijawab, gak penting). Berapa banyak waktu yang dihabiskan sia-sia?

Mari kita melakukan perhitungan kasar, taruh rata-rata sekali melakukan aksi klik kanan-refresh 1 detik. Dalam 5 menit minimal melakukan 10 kali klik kanan-refresh, dalam 1 jam artinya telah terbuang waktu 120 detik sia-sia (60/5 * 10).

Terakhir, aksi ini ternyata bisa dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran virus (Hanya pada Windows) terutama virus-virus jenis lokal..

Jadi sebelum melakukan klik kanan - refresh, think twice plz. :)

HOAX

“Selamat hut RI ke 61″ kirim sms ini ke teman anda, dapatkan bonus 61 sms gratis. Ketik *889# untuk cek bonus sms, stelah anda mengirim 10 sms ini. Tarif rp.61/sms
————————————————————————————————–

Lagi-lagi muncul hoax, klasik tapi tepat pada saat moment yang tepat dan alasan yang tepat. Demi memperingati hari kemerdekaan apa salahnya sih operator bagi-bagi sms gratis ke pelanggannya yang setia :)

Secara pribadi saya heran aja, temen saya satu kontrakan sudah menerima sms ini dari pagi sampai malam (gila gak tuh?). Untung saya belum sama sekali. Kok orang masih percaya aja dengan tipuan klasik seperti ini..

Padahal kan jelas-jelas gak terbukti, gak logis lagi.. Sepertinya iming-iming hadiah, barang gratis sudah menjadi sesuatu yang diimpikan setiap orang. Bisa jadi karena pengaruh acara dan program berhadiah yang bertebaran di sekitar kita.

Saya sendiri tidak berhasil memenangkan hadiah apapun, meskipun bank langganan saya sudah gembar-gembor ’semua pasti dapet hadiah’, ataupun layanan kartu seluler yang saya pakai sesumbar ‘hadiah bisa pilih sendiri’ ..Nol besar, sampai saat ini saya belum pernah menikmatinya sedikitpun..

Ok kembali ke masalah hoax tadi. Saya salut dengan daya kereatifitas-nya si pembuat hoax. Dia berhasil memanfaatkan momentum yang tepat untuk menyalurkan hobi isengnya. Atau bisa saja dia sudah merencanakan hal ini dari tahun kemaren gara-gara kecewa gak dapat hadiah lomba 17-an, akhirnya menyusul ‘evil plan’ untuk tahun depan, biar orang-orang yang kena tipu dapat ikut merasakan betapa kecewa nya gagal dapet hadiah (asumsi ngawur dari saya..haha..)

Saya kasihan dengan orang tertipu, udah jarinya pegel ngirimin sms eee..pulsa harus hilang sia-sia pula..lumayan kan 10 smsx61=Rp.610 rupiah + pajak 10% (tarif Terlkomsel tgl khusus tanggal 17 Agustus). Pasti yang tertipu sampai ratusan bahkan ribuan orang, apalagi pake sistem sperti MLM :)
Udah gitu gak bisa protes sama operator kesayangan mereka pula! salah sendiri percaya ama berita palsu, pasti jawabannya gitu..(lagi-lagi saya berasumsi subjektif)

Bagaimanapun juga yang untung pasti pihak operator, karena pelanggan rela ngabis-ngabisin jatah pulsa yang seharusnya bisa dipake buat ngucapin selamat merdeka atau selamat tidur ke temen2 tercinta. Mungkin ini salah satu alasan operator tidak mau/ogah memfilter sms gateway mereka dari sms berjenis hoax seperti ini, gak ada untungnya..(hahaha..asumsi super ngawur)

Hikmah berharga yang dapat dipetik adalah “Jangan suka ngirim hoax, gak ada untungnya..” atau “Jangan pernah ama iming-iming hadiah, sebelum ada konfirmasi jelas siapa pihak yang dapat bertanggungjawab..”

Mardhika !!

Sudah tujuh tahun terakhir ini saya tidak dapat menikmati ke ulang tahun Mahardika-an negeri ini. Mungkin karena saya sudah terlanjur betapa tertinggalnya nagari tercinta dibanding negeri-ngeri tetangga. Atau terlalu sakit hati melihat betapa carut marut keadaan bangsa, ditambah pemerintahan yang semerawut…

Atau bisa jadi saya tidak dapat menikmati ke-Mardhika-an karena terlalu sok, gengsi merayakan pesta rakyat karena tampak kuno, gak gaul, sudah ketinggalan jaman..

Atau saya terpengaruh mentah-mentah isu ‘bahwa Indonesia belum merdeka..’ terbukti kita masih terjajah secara ekonomi dan terinjak-injak secara budaya..

Untuk tahun ini saya berusaha menikmati pesta ke Merdeka an dengan memberikan sedikit tulisan pada blog. Sepertinya cuma ini yang bisa saya lakukan untuk membuktikan bahwa kita telah merdeka dan memiliki hak yang sama dengan bangsa lain.

Saya ingin membuang jauh-jauh prasangka buruk, mungkin dengan melupakan atau berpura-pura tidak tahu ‘keadaan sebenarnya’ nagari ini adalah jalan yang terbaik.

Tentu saja dengan berpura-pura tidak tahu ‘keadaan sebenarnya’ bukan berarti ongkang-ongkang kaki, bersantai ria dan berpura-pura negeri ini sudah makmur. Tapi harapannya dengan tidak mengungkit-ungkit borok nagari sendiri, semoga para pemuda tidak terpengaruh akan masa lalu dan terus maju mencari jalan terang agar nagari ini tidak terus berkubang lumpur.

Saya yakin semua rahayat jelata dan para abdi nagari menginginkan Indonesia kembali menjadi negri yang gemah ripah loh jinawi, tapi untuk saat tidak semua dari kita yang siap mental (termasuk saya)

Semoga dengan pesta kemardhikaan yang ke-61 ini dapat sedikit mengembalikan mental saya menjadi mental orang yang mardhika, tidak minder dan merasa kecil hati dengan bangsa lain. Bangga akan kekayaan budaya sendiri dan tidak rela diinjak-injak perekonomian oleh bangsa bule (meskipun toh tidak dapat berbuat apa-apa)

Semoga para abdi nagari juga semakin kuat mentalnya, menghadapi godaan harta, tahta dan wanita.. Menjadi abdi nagari sangaaat susah, memanggul titah jutaan rahayat tentu tidaklah ringan. Mental yang  adalakalanya mulai surut setahun belakangan semoga menjadi bangkit kembali seiring dengan pesta ke mardhika an.

MARDHIKA :((

Smallville

Dua hari terakhir ini saya sedang menikmati film Smallville. Dasarnya cerita Superman sewaktu remaja, tapi menjadi sangat menarik karena dibumbui oleh drama kehidupan remaja dan intrik kehidupan (diperkuat oleh Luthor Family)

Setiap kali selesai menonton film Smallville, pasti meninggalkan kesan. Ada satu episode yang menceritakan tentang kisah asmara Clark Kent yang mencari seseorang yang dapat salng mengerti meskipun ia memiliki kekuatan. Namun pada akhirnya ia harus kehilangan, karena gadisnya dibunuh oleh villains (penjahat).

Sering sekali episode Smallvile menceritakan tentang dilema seorang remaja super kuat yang selalu ingin memiliki kehidupan normal, ingin dapat berbagi dengan orang yang dikasih dan dapat berkata jujur pada orang yang dipercayai. Ironis, jujur dan berbagi, sesuatu yang tidak dilakukan oleh seorang SuperMan.

Saya selalu berpikir seandainya saya memiliki kekuatan seperti Clark Kent (tanpa harus mengenakan celana dalam merah diluar tentunya :) ). Gak masalah orang mengetahui kekuatan saya, yang penting saya bisa mendapatkan apa saja bwahaha….

Kadang saya melihat Clark Kent tuh naif banget..dia selalu menuntut kejujuran dari orang lain sementara dia tidak gak pernah jujur, bahkan sama teman dekatnya sekalipun…

Saya sangat menikmati intrik dan permainan emosi yang berhasil dibuat ciamik dengan peran the Luthors (Lex dan Lionel). Walhasil cerita Smallville bukan terfokus sama action dan adu otonya, tapi lebih mengarah ke drama dan dilema kehidupan yang terjadi..

ps: Saya sekarang sudah yampe session 5, nonton nya lewat DVD..murah nyewa 5000 dapat 3 keping DVD, 1 keping ada 4 seri (1 seri = 1 jam)

Kalah

Tim saya belum berhasil melewati babak penyisihan waktu lomba debat bahasa inggris di Jakarta kemarin. Saya kebetulan bukan sebagai tim lomba, tapi sebagai adjudicator (juri). -masing-masing tim di wajibkan untuk mengirimkan paling tidak satu perwakilan juri-

Untuk tim juri sendiri ada seleksinya, artinya juri tersebut layak tidak memberikan penilaian atau hanya sebatas ‘baru belajar’ (trainee). Biasanya orang yang baru pertama kali menjadi juri, hanya menjadi juri trainee..artinya tugasnya hanya melihat juri lain memberikan penilaian, kemudian memberikan second opnion kepada juri utama. Juri trainee sama sekali tidak berhak memberikan penilaian.

Saya baru pertama kali menjadi juri, meskipun udah angkatan 2003 tapi baru sekali seumur-umur ikutan ndaftar jadi juri (adjudicator) itu pun sebenarnya karena d kampus tidak ada yang mau berangkat.  Awalnya minder banget karena saya serasa paling bego disana, juga rada pesimis hanya akan terpilih sebagai juri trainee..but i do the best.

Nah, asiknya saya gak masuk jajaran juri trainee, saya malah masuk ke jajaran juri panel (juri yang berhak memberikan penilaian). Benar-benar diluar perkiraan, padahal cara nge-juri aja gak pernah tahu gimana…baru belajar ya waktu nge-juri orang lomba itu (hehehe..). Tapi yang namanya manda ya belagak sok tau aja, sok bisa..sambil tanya sana-sini ke juri-juri yang udah pengalaman.

Karena masuk juri panel, tiba-tiba saya menjadi Pe-De berat. Senangnya bukan main bo’. Rasa minder tiba-tiba hilang..ganti Pe-De gak ketulungan..bwahahaha..
(more…)

Welcome Jakarta

Tanggal 11 Juli pagi sampai dengan selamat di Jakarta, misi utamanya jalan-ja… eh bukan ding…peserta lomba debate Joved. Tapi karena lombanya dimulai tanggal 14, ya akhirnya jalan-jalan dulu deh ^_^!

Sebenarnya ada niat pingin ngunjungi teman-teman lama yang ada di Jakarta bahkan kalau bisa kopi darat dengan para blogger. Tapi dilihat dari situasinya memang tidak mungkin sih, soalnya aku tidak tahu jalan-jalan di Jakarta, juga ongkos jalan-jalan sangat terbatas. Lagian aku kesini bareng teman-teman kampus, jadi gak mungkin dong misahin diri dari mereka.

Akhirnya di Jakarta cuma ngeliat Pasar minggu ama kampus UPH doang, trus jalan-jalan bentar di Mall Karawaci lumayanlah buat cuci mata. Btw nomat (nonton hemat-red) di theater 21 ternyata sama murahnyasama di Jogja, cuma Rp.12.500, kirain lebih mahal.maklum Jakarta.hahaha..

O ya, juga satu hari penuh nyobain main golf di driving range, yang namanya gak pernah main golf ya meleset terus..asli bego banget.

Ok, lain kali kusambung cerita tentang pengalaman ikutan lomba nya..meskipun pulang membawa menang….gung malu… :((