Mardhika !!

Sudah tujuh tahun terakhir ini saya tidak dapat menikmati ke ulang tahun Mahardika-an negeri ini. Mungkin karena saya sudah terlanjur betapa tertinggalnya nagari tercinta dibanding negeri-ngeri tetangga. Atau terlalu sakit hati melihat betapa carut marut keadaan bangsa, ditambah pemerintahan yang semerawut…

Atau bisa jadi saya tidak dapat menikmati ke-Mardhika-an karena terlalu sok, gengsi merayakan pesta rakyat karena tampak kuno, gak gaul, sudah ketinggalan jaman..

Atau saya terpengaruh mentah-mentah isu ‘bahwa Indonesia belum merdeka..’ terbukti kita masih terjajah secara ekonomi dan terinjak-injak secara budaya..

Untuk tahun ini saya berusaha menikmati pesta ke Merdeka an dengan memberikan sedikit tulisan pada blog. Sepertinya cuma ini yang bisa saya lakukan untuk membuktikan bahwa kita telah merdeka dan memiliki hak yang sama dengan bangsa lain.

Saya ingin membuang jauh-jauh prasangka buruk, mungkin dengan melupakan atau berpura-pura tidak tahu ‘keadaan sebenarnya’ nagari ini adalah jalan yang terbaik.

Tentu saja dengan berpura-pura tidak tahu ‘keadaan sebenarnya’ bukan berarti ongkang-ongkang kaki, bersantai ria dan berpura-pura negeri ini sudah makmur. Tapi harapannya dengan tidak mengungkit-ungkit borok nagari sendiri, semoga para pemuda tidak terpengaruh akan masa lalu dan terus maju mencari jalan terang agar nagari ini tidak terus berkubang lumpur.

Saya yakin semua rahayat jelata dan para abdi nagari menginginkan Indonesia kembali menjadi negri yang gemah ripah loh jinawi, tapi untuk saat tidak semua dari kita yang siap mental (termasuk saya)

Semoga dengan pesta kemardhikaan yang ke-61 ini dapat sedikit mengembalikan mental saya menjadi mental orang yang mardhika, tidak minder dan merasa kecil hati dengan bangsa lain. Bangga akan kekayaan budaya sendiri dan tidak rela diinjak-injak perekonomian oleh bangsa bule (meskipun toh tidak dapat berbuat apa-apa)

Semoga para abdi nagari juga semakin kuat mentalnya, menghadapi godaan harta, tahta dan wanita.. Menjadi abdi nagari sangaaat susah, memanggul titah jutaan rahayat tentu tidaklah ringan. Mental yang  adalakalanya mulai surut setahun belakangan semoga menjadi bangkit kembali seiring dengan pesta ke mardhika an.

MARDHIKA :((

RSS feed | Trackback URI

1 Comment »

Comment by mpokb
2006-08-18 06:02:07

ketimpangan non.. itu sumber masalahnya.. kalo buto cakil jadi pejabat, dia akan bilang nagri ini sudah bebas dari krisis ekonomi karena cuma ambil nilai rata2 saja..

 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong> in your comment.