Archive for November, 2006


Jogja gerah!

kepanasanMusim kemarau tampaknya sangat panjang di kota Yogyakarta. Padahal sekarang sudah memasuki bulan ber..ber. (Maksudnya September,Oktober,November,dan Desember). Tapi hujan tidak kunjung datang.Akhir-akhir ini tampaknya sudah mulai hujan tapi hanya gerimis sedikit-sedikit.

Meskipun sudah hujan dikit, tapi cuacanya masih saja terasa panas kalau sudah beranjak malam jadi gerah banget. Bisa anda bayangkan sampai malam haripun saya tidur berkeringat. Meskipun sudah buka baju, pasti kasur jadi basah karena keringat. Untung ada kipas kecil yang imut sedikit menolong
Jogja di malam hari saja sudah gerah, apalagi siang hari, kerasa banget panasnya. Maaf gak bisa kasih ukuran yang spesifik berapa derajat, pokokke gerah!apalagi kalau naik motor siang hari, ditambah polusi dan debu dijamin tenggorokan langsung kering, kepala langsung pusing, stamina terkuras, pinginnya tidur terus.

Sampai saat ini jogja masih terasa gerah, untung saja kampus saya ada AC nya, jadi gerahnya waktu perjalan kekampus saja :)

Semoga saja kalau sudah akan hujan lebat saya tidak sedang di jalan. Hujannya kapan turun ya?

Bush (mungkin) Kebal santet

Sebelum Presiden Amerika Walter Walker Bush datang ke Indonesia pakde Gendeng sudah gembar-gembor mau nyantet, biar lebih sangar (baca keren), aji dan sesaji mengerikan dikeluarkan. Pamerin semua kesaktian ke orang ramai. “…pake voodo..satu jam-lah paling lama..” kata Pakde Pe-De

Mungkin mau disantet Kejang ditempat atau sekedar santet ringan, mules trus mencret2..entahlah. Pastinya hingga sampai postingan ini anda baca Bush jelas terlihat segar bugar.

Gagal?belum tentu ada banyak faktor dari tukang analisis asal bicara. Mari kita lihat beberapa dari sisi Pakde Gendeng;

  1. Sesajen kurang mengerikan, dan kurang mahal
  2. Pakde Gendeng malah dikasih sesajen ama tukang pemerintah 100 Juta jadinya sesajennya Pakde gak kalah mahal
  3. Pakde pada hari H tiba2 sakit perut jadinya aksi Voodoo batal
  4. Pakde males nyantet yang penting udah terkenal..lumayann…

Sedangkan beberapa kemungkinan dari sisi Walter Walker Bush adalah(mungkin);

  1. Walter Bush memang dasarnya raja Iblis, jadinya kebal santet
  2. Walter Bush punya jago santet yang lebih jago dari gurunya Pakde Gendeng
  3. Walter Bush rela keluar uang banyak yang penting jgn dibikin mencret2
  4. Pesawat,mobil bahkan sampai baju Walter WalkerBush selain anti peluru ternyata juga anti santet

Terlepas dari semua kemungkinan yang ada saya pribadi cukup lega kok pak Bush gak ada kejadian apa-apa, dateng selamat pulang sehat walafiat.

Bisa anda bayangkan kalau Walter Walker Bush tiba-tiba sakit perut atau kejang-kejang, tentu akan sangat memalukan orang Indonesia khususnya pak SBY dikira makanan Catering di Istana Bogor beracun, kotor atau sejenisnya. Apalagi kalau 250 pasukan penjaga presiden Bush tiba-tiba beraksi panik melihat Bos-nya ‘diserang’,tembak sana tembak sini (senjata mereka keren loh ^_^) Jadilah korban berjatuhan.

Ancaman santet akan menjadi sangat tidak efektif kalau benar-benar terlaksana

Inovasi dan berpikir Holistik

(Cerita Dari Milis tetangga)

Beberapa harian nasional beberapa hari ini rajin melaporkan tentang penemuan
fenomenal di dunia pertanian oleh Umar Hasan Saputra, seorang alumni IPB.
Umar berhasil menemukan nutrisi khusus pengganti pupuk yang telah terbukti
mampu meningkatkan hasil produksi pertanian secara signifikan (yang
dinamakan Nutrisi Saputra). Pak Ciputra yang melihat presentasi Umar
tersebut bahkan menyebutkan sebagai pencapaian yang melebihi pencapaian
Einstein dan berpotensi merevolusi dunia pertanian.

Namun sebelum menghargai hasil karya Umar, ada baiknya kita menghargai
perjuangan serba sulit yang dilakoninya terlebih dahulu. Seperti yang bisa
dibaca di harian Jawa Pos hari ini, Umar sempat ditertawakan rekan-rekannya,
gagal dan berpindah laboratorium berkali-kali, harus merogoh kocek sendiri
untuk mendanai penelitiannya, hampir putus asa, dan sempat terpaksa
berhutang Rp. 500.000,- untuk membeli susu anaknya karena kehabisan uang.
Apa yang membuatnya maju terus adalah keyakinan dalam dirinya dan keinginan
yang mendalam untuk menyumbangkan sesuatu buat umat manusia.

Beriringan dengan cerita tentang Umar, Kompas juga mengeluarkan berita
tentang pemberian penghargaan Fields Medal Awards, ajang penghargaan setaraf
Hadiah Nobel untuk para matematikawan. Empat orang mendapatkan penghargaan
untuk tahun ini, termasuk Grigori Perelman, seorang matematikawan eksentrik
dari Rusia. Hampir sama dengan nasib Umar, Perelman harus merogoh kocek
sendiri untuk mendanai penelitiannya. Hasil karyanya juga masih jarang
diketahui, bahkan oleh para ahli matematika sekali pun. Perelman sendiri
sering dianggap eksentrik dan gila.

Kedua cerita tersebut merupakan gambaran betapa sulitnya menjadi pendobrak
paradigma. Kita mungkin sering berasumsi, bila kita memiliki ide yang hebat,
orang akan berduyun-duyun memberikan dana atau setidaknya dukungan moral.
Kadang hal tersebut memang benar, tetapi lebih sering dukungan yang
diharapkan tersebut tidak pernah datang, bahkan dari orang-orang terdekat.
Semuanya baru akan datang setelah penemuan tersebut terbukti sukses.

Salah satu penyebabnya adalah daya tolak dari cara pandang lama yang sangat
kuat, bahkan di dunia ilmu pengetahuan dan akademis yang konon kabarnya
sangat mendewakan rasionalitas. Di sini kita hendaknya selalu mengingat
bahwa para ilmuwan sekali pun adalah manusia biasa yang tidak terlepas dari
bias-bias kognitif dan dipengaruhi oleh kepentingan pribadi dan keinginan
untuk menjaga status quo bidang bersangkutan. Pendewaan terhadap
rasionalitas dan berpikir kritis tidaklah menjamin mereka tidak memiliki
ikatan emosi terhadap teori yang mereka yakini saat ini.

Sebagai contoh kita bisa melihat bagaimana Royal Society of London mengejek
penemuan vaksin cacar oleh Edward Jenner karena penemuan tersebut sangat
bertentangan dengan pengetahuan umum yang dianut saat itu. Dan ketika dokter
Ignaz Semmelweis dari Hongaria membuktikan bahwa tangan dokter yang tidak
disteril merupakan penyebab infeksi mematikan selama kelahiran di
Universitas Wina di tahun 1850-an, dia harus kehilangan jabatannya.

Jalan menuju pendobrak paradigma dan inovator tidaklah seindah yang
terlihat. Karena itu, rasa cinta terhadap bidang yang ditekuni yang berasal
dari panggilan hidup sangat dibutuhkan. Rasa cinta dan panggilan hidup
inilah yang merupakan sumber kekuatan dari dalam. Jalan tersebut jelas
bukanlah jalan untuk semua orang, terutama bagi mereka yang menyukai status
quo atau yang masih belum menemukan panggilan hidupnya.

Bagaimana dengan Anda?
(Dikutip dari Milis Teknologia) 

Happy B’Day, Happy Anniversary

Memperingati 11 Th Telkom GO PUBLIC, Nikmati Diskon 11% untuk semua SMS antar pelanggan TELKOMGroup…

Yup, lusa lalu saya ini saya ulang tahun, Telkom merayakannya dengan memberikan diskon sms..Tapi kok gak ada sms memberikan ucapan ya? :( (Artinya postingan ini sedikit telat)

Akhirnya umur saya pun bertambah, waktu yang tepat untuk merenung kembali apa yang telah saya peroleh 1 tahun terakhir.

Sayangnya tidak banyak hal yang telah saya raih setahun terakhir ini, kecuali saya semakin suka dan semoga rajin ngeblog lagi. Akhirnya saya masih belum bisa mencapai target2 yang telah saya tetapkan setahun sebelumnya, seperti menikah, dapet kerjaan, lulus kuliah, nulis buku lagi..

Saya masih lelaki biasa dan semoga kelak bisa menjadi luar biasa!