“Dunia memang aneh”

Artikel lumayan, buat nasehat diri sendiri..semoga bermanfaat.

Disclaimer: artikel ini diambil dari milis tetangga, tidak jelas penulis aslinya siapa, setelah di lakukan google ternyata banyak yang masang tulisan ini di blognya masing2 seperti disini, ini, lalu ini, kemudian itu..harap maklum. Tulisan ini bukan dari saya, sumpah!


“Dunia memang aneh”, Gumam Pak Ustadz

“Apanya yang aneh Pak?” Tanya Penulis yang fakir ini.

“Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa”

“Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami” Kata Pak Ustadz.

Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya
“Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih?”
Tanya ibu muda itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang lain rasanya;

“Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya seperti itu ditumbenin?

Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?

Kenapa orang kemasjid dianggap aneh?

Orang yang pergi kemasjid akan terasa “aneh” ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton sinetron “intan”.

Orang kemasjid akan terasa “aneh” ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan.

Orang kemasjid terasa “aneh” ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor kehujanan.

Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum,
“Kamu akan banyak menjumpai “keanehan-keanehan” lain disekitarmu” , kata Pak Ustadz.

“Keanehan-keanehan” disekitar kita?

Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak “aneh” ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan ngobrol.

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh”, karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur al qur’an ba’da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpangditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru
menumpang ditempat shalat. Aneh bukan?

Cobalah hari ini shalat jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua menjelang selesai.

Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja.

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau ayat al qur’an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.

Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang “aneh” selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari’at dan tata nilai serta norma yang benar.

Jangan takut “ditumbenin” ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur’an (Al A’raf:31)

Jangan takut dikatakan “sok alim” ketika kita lakukan shalat dhuha dikantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.

Jangan takut dikatakan “Sok Rajin” ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.

Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa*).

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Annisaa:103) *

Jangan takut untuk shalat jum’at dishaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. ….


Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.
(Al Jumu’ah:9)

Maksudnya: apabila imam Telah naik mimbar dan muazzin Telah azan di
hari Jum’at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin
itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al qur’an,karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;

*Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah*, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Akutermasuk orang-orang yang menyerah diri?”(Fusshilat:33)

Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali seru, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal kita….

Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggak sih?

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu yang disuruh kok, “sampaikan dariku walau satu ayat”

Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.

Lakukan “keanehan-keanehan” yang dituntun manhaj dan syari’at yang benar.

Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur’an & Hadist), meskipun
akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.

Lagian kenapa kita harus takut disebut “orang aneh” atau “manusia langka”
jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan
menyelamatkan kita.

Selamat jadi orang aneh

16 Responses to ““Dunia memang aneh””

  1. Pu! Says:

    JLEB

    wah dalem bgt artikelnya :P

  2. Nisa Says:

    terlebih dahulu: “kok tumben gak pake bahasa inggris dab?” :D :D :D :D :D :D :D

    hmmm.. iya bener. dalem banget.
    kalau dipikir-pikir iya juga ya…
    sekarang dunia terasa terbalik… =(
    naudzubillah. semoga kita mati sebelum kiamat.

  3. ekowanz Says:

    gud post sir.. :D

  4. PriyayiSae Says:

    kang Getux meh daptar SPMB jurusan calon ustadz!

  5. dkazuma Says:

    GRP… walaupun dudu tulisanmu dewe.

  6. ShOFa Says:

    duh jd inget udah jarang k masjid lebih sering diskul ato rumah :(

  7. rian Says:

    @ shofa: justru aneh kalau wanita itu ke masjid, karena memang wanita itu lebih baik dirumah, lebih mulia di rumah, malah menjadi aneh kalau baru tahu tentang mslh ini.

    keanehan2 lain yang umum:
    celana di atas mata kaki bagi laki2 dan baju yang nyentuh tanah bagi perempuan, ini yang benar. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya, yang laki2 menyentuh tanah dan yang perempuan di atas LUTUT.

    jenggot dicukur, padahal perintahnya adalah “potong lah kumis dan biarkanlah jenggot.” katanya alasannya biar rapi.

    dan lain-lain..

  8. annots Says:

    Bener aja nih tulisan, bentar lagi dah bulan puasa ya. Banyak orang aneh baru. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku, dosa-dosa orang yang ngasih komen disini, yang punya blog ini dan yang mempunyai ide tulisan ini, amin.

  9. kuro-sama Says:

    Fyuh… beneeeeeeeeeeeeeeer banget negh tulisan. semua emang udah kebalik. ANEH!

    ijin copas ya kang

  10. ShOFa Says:

    hohoho jarang buka imel saya mah :p
    yah minimal k masjid di sekolah lah..

  11. ArezK Says:

    Sumpeh! daLem bgt!
    maaakJLeeebz kena bgt!

    *serasa ketembak ASG tepat diJantung…haLaaaaaa!*

    Smoga bs Lebih mengingatkan saya secara pribadi & semuanya yg baca, amien…

    (oia, da saya add @myBLogRoLL, thanks)

    =SaLam.Brotherhood=

  12. darwis Says:

    mas /mbak mau minta izin buat nyebarin artiket ini, sungguh bermanfaat bagi saya dan semoga orang2 disekitar saya.

    jazakumullah.

  13. orang aneh Says:

    ah, repost nih..

    *kek di forum sebelah*

  14. Fa Says:

    ah, klo gitu, ayo bareng2 jadi orang aneh :D *bangga jadi org aneh*

  15. me Says:

    duch,,,,,,
    jd ngrasa orang yang aneh.
    tp mank bnr ya….?

  16. subur Says:

    wah hebat neh isi blog ini……….
    baru aja komentari teman mo sholat gara2 denger adzan, masalahnye dy dah jarang2 sholat kaya gw
    eehh selang beberapa menit baca neh blog……..
    jadi kena dehhhhhh……..nasehatnye

Leave a Reply